Singkong, yang juga dikenal sebagai ubi kayu atau ketela pohon adalah pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran. Singkong ini juga merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm.

Dewasa ini, singkong dapat digunakan dalam berbagai macam bentuk dan manfaat, antara lain sebagai bahan makanan maupun sebagai bahan obat-obatan. Sebagai makanan, singkong dapat dipilah menjadi 2 bagian yang sama menguntungkan untuk dimakan. Umumnya, daun singkong digunakan sebagai pelengkap pada masakan padang sedangkan umbinya banyak digunakan sebagai bahan baku berbagai macam jenis makanan seperti kue dan keripik singkong. Sebagai obat, umumnya dipakai bagian daun dan umbi. Menurut pakar tanaman obat, Prof Hembing Wijayakusuma, efek farmakologis dari singkong adalah sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, dan menambah napsu makan. Selain itu, umbi singkong memiliki kandungan kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B dan C, dan amilum. Daun mengandung vitamin A, B1 dan C, kalsium, kalori, fosfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Sementara kulit batang, mengandung tannin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium oksalat. Singkong juga dapat menyembuhkan beberapa penyakit seperti rematik, sakit kepala, demam, luka, diare, cacingan, disentri, rabun senja, dan beri-beri.

Singkong telah memberikan dampak yang cukup besar pada bidang ekonomi. Banyaknya bibit singkong unggul yang telah mewabah di Indonesia ini membuat mudahnya kalangan petani singkong mengembangkan usahanya, didukung oleh kemampuan singkong yang fleksibel yang dapat membuatnya tumbuh subur sekalipun ditanam di tanah yang kurang subur. Tanah Indonesia yang luas dalam bidang pertanian membuat pertumbuhan singkong akan mewabah.


diambil dari situs wikipedia.com
by: Hugo